Demi kepuasan pembaca, Penerbit Serambi telah berupaya untuk mencetak setiap bukunya di perusahaan percetakan profesional. Akan tetapi, bila dalam kenyataan masih terdapat kesalahan dalam pencetakan dan/atau penjilidannya seperti halaman terbalik, tidak urut, kurang, atau tidak terbaca kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Selanjutnya, kami persilakan Anda untuk mengembalikan buku tersebut ke alamat kami: Penerbit Serambi, Jln. Kemang Timur Raya No. 16, Jakarta 12730 dan kami akan menukarkannya dengan buku baru. Selama Anda berada di wilayah Indonesia, maka ongkos kirim untuk pengembalian dan penukaran buku tersebut menjadi tanggungan kami.




   Menu Utama

TV SERAMBI

Dr. Jeffrey Lang - From Atheism To Islam (bag. 2)

     Kabar
Dibutuhkan Copyright Coordinator
Serambi di Pesta Buku Jakarta
Lowongan Kerja Editor Bisnis dan Manajemen

DOWNLOAD
Pencerahan dari "Quran Berjalan"
 Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka
 Download:zip [441 KB]


   Gagas Terbaru
EXECUTIVE POWER
Penerbit Serambi
Alpha Male Syndrome: Virus Baru dalam Kepemimpinan dan Penyembuhnya
Satrio Wahono*
Teladan Mandiri Benjamin Graham

   Resensi Terbaru
Dead Until Dark, Bermain-main dengan Vampir
Azazil, Perjalanan Batin Mencari Tuhan
First Love Forever Love : Semua Karena & Untuk Cinta
AZAZIl (Luckty Giyan)
Ulasan Buku THE VAMPIRE DIARIES (Truly Rudiono)

The Year of Living Dangerously
Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965

Dilarang terbit oleh rezim Orde Baru.

PENGHARGAAN:
The Age Book of the Year Award
National Book Council Award for Australian Literature
 
Di sini … di kota asing yang temaram bernama Jakarta ini, tempat campuran kebencian dan bahaya senantiasa terendus, seperti bau rokok kretek, terjebak Guy Hamilton, seorang jurnalis Barat, Billy Kwan, juru kameranya yang berkebangsaan Cina-Australia bertubuh kate, dan Jill Bryant, perempuan asal Inggris yang sama-sama mereka cintai.

Tahun 1965, sebuah masa yang dikenal sebagai “Vivere Pericoloso—Hidup  Penuh Bahaya”, yang membelokkan arah hidup bangsa Indonesia.. Pemerintahan nasionalistik Sukarno membawa Indonesia ke tengah ketidakpastian. Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang lemah, Presiden menghabiskan uang untuk membangun monumen-monumen megah, sementara menyulut api kebencian terhadap Barat dan mengobarkan semangat konfrontasi dengan Malaysia: Ganyang Malaysia!

Sementara itu, di sebuah sudut Hotel Indonesia bernama Bar Wayang yang sejuk dan nyaman, sekelompok pemburu berita dari negara-negara yang disebut imperialis oleh Sukarno saling bertukar cerita. Mereka juga berbagi pendapat tentang kondisi Indonesia terkini saat itu. Bisa dibilang nasib mereka di Indonesia secara tak langsung berada di tangan Sukarno yang sering mereka gunjingkan di Wayang.
 
Inilah sebuah drama penuh liku tentang kesetiaan dan pengkhianatan. Selain itu, novel ini membeberkan berbagai peristiwa politik sepanjang tahun penuh pergolakan sampai akhirnya Sukarno digulingkan oleh Suharto setelah Gerakan 30 September PKI.


Pujian:
"Nover terbaik tentang Indonesia"—www.amazon.com
"Penting dibaca generasi masa kini"—The Jakarta Post
"Nover yang Indah"—The Sidney Morning Herald
"Cerdas, menyentuh, meyakinkan"—Anthony Burgess penulis novel kontroversial A Clockwork Orange
"Profan dan indah."—Les Murray, The Sidney Morning Herald
"Karya fiksi yang disajikan dengan matang dan bernas, dipersiapkan dengan baik dan dituliskan dengan indah."
—Larry McMurtry, penulis pemenang Booker Prize dan Academy Award




Share/Save/Bookmark
 



     Rincian Buku
The Year of Living Dangerously



ISBN: 978-979-024-177-0
403 hal. Koran
Ukuran: 13 x 20,5 cm
Terbit: Oktober 2009
Harga:
SC: Rp. 49.000,00
 




Penilai: 8

Beri nilai buku ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek





Copyright © 2005 - 2010 Penerbit Serambi All Rights Reserved. || contact webmaster

[Resensi RSS feed] [Gagas RSS feed] [Kabar RSS feed]

 

Toko Buku Serambi Online     Little Serambi     Penerbit Atria - Imprint Serambi     Informasi Al-Quran Produk Serambi

TV Serambi     Serambi Podcast     Blog Gita Cerita Utama     Blog Pustaka Islam Klasik