Demi kepuasan pembaca, Penerbit Serambi telah berupaya untuk mencetak setiap bukunya di perusahaan percetakan profesional. Akan tetapi, bila dalam kenyataan masih terdapat kesalahan dalam pencetakan dan/atau penjilidannya seperti halaman terbalik, tidak urut, kurang, atau tidak terbaca kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Selanjutnya, kami persilakan Anda untuk mengembalikan buku tersebut ke alamat kami: Penerbit Serambi, Jln. Kemang Timur Raya No. 16, Jakarta 12730 dan kami akan menukarkannya dengan buku baru. Selama Anda berada di wilayah Indonesia, maka ongkos kirim untuk pengembalian dan penukaran buku tersebut menjadi tanggungan kami.




   Menu Utama

TV SERAMBI

Dr. Jeffrey Lang - From Atheism To Islam (bag. 2)

     Kabar
Dibutuhkan Copyright Coordinator
Serambi di Pesta Buku Jakarta
Lowongan Kerja Editor Bisnis dan Manajemen

DOWNLOAD
Pencerahan dari "Quran Berjalan"
 Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka
 Download:zip [441 KB]


   Gagas Terbaru
EXECUTIVE POWER
Penerbit Serambi
Alpha Male Syndrome: Virus Baru dalam Kepemimpinan dan Penyembuhnya
Satrio Wahono*
Teladan Mandiri Benjamin Graham

   Resensi Terbaru
Dead Until Dark, Bermain-main dengan Vampir
Azazil, Perjalanan Batin Mencari Tuhan
First Love Forever Love : Semua Karena & Untuk Cinta
AZAZIl (Luckty Giyan)
Ulasan Buku THE VAMPIRE DIARIES (Truly Rudiono)

Arumdalu

tiap-tiap sejarah besar diwarnai kejadian kecil yang kadang lebih menarik daripada peristiwa besar itu sendiri

Arumdalu adalah nama tambahan bagi Raden Ayu Danti. Arumdalu, nama Jawa untuk bunga sedap malam, menjadi nama yang melekatinya lantaran kesukaannya menyuntingkan bunga itu di rambutnya.

Pada awal meletusnya Perang Jawa, awal 1825, hampir semua orang Salatiga, terutama kaum lelakinya, mengenal Danti Arumdalu. Orang-orang selalu menghubungkannya dengan kehidupan malam. Selanjutnya Arumdalu dikasak-kusukkan sebagai pelacur kelas tinggi, simpanan seorang bangsawan kaya raya dari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dari sudut pandang pengawalnya, Ki Brontok, kisah tentang Arumdalu ini dituturkan. Dari keterlibatannya dengan pembunuhan jagal sapi Ki Abilawa, kisah ini mengalir. Dan alirannya harus sampai pada upaya pembebasan seorang panglima laskar Dipanegaran yang termashur, Kiai Maja, yang ditangkap dan kemudian disekap di Benteng Salatiga. Namun, misi itu menjadi begitu rumit dan diperumit lagi dengan persoalan yang menggejolak di dalam dada para pembebas, persoalan manusia yang tidak dapat memungkiri jeritan hati nuraninya.

Junaedi Setiyono menulis cerpen, puisi, dan novel. Novel pertamanya, Glonggong (Serambi, 2007) merupakan salah satu pemenang Sayembara Menulis Novel DKJ 2006 dan menjadi finalis Khatulistiwa Literary Award 2008. Kini dia mengajar dan tinggal di Purwerejo.


Pujian:
“Seperti pada buku pertama, Glonggong, pada Arumdalu ini Junaedi Setiyono mampu membuat sejarah terasa hidup di depan mata.”
—Ahmad Tohari


Share/Save/Bookmark
 



     Rincian Buku
Arumdalu



ISBN: 978-979-024-210-4
380 hal.
Ukuran: 13 x 20,5 cm
Terbit: Mei 2010
Harga:
SC: Rp. 39.000,00
 




Penilai: 4

Beri nilai buku ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek



1.  Gelonggong



Copyright © 2005 - 2010 Penerbit Serambi All Rights Reserved. || contact webmaster

[Resensi RSS feed] [Gagas RSS feed] [Kabar RSS feed]

 

Toko Buku Serambi Online     Little Serambi     Penerbit Atria - Imprint Serambi     Informasi Al-Quran Produk Serambi

TV Serambi     Serambi Podcast     Blog Gita Cerita Utama     Blog Pustaka Islam Klasik